- 4:14 am - Sun, Apr 21, 2013
- 1 note
SIALNYA kita hidup di jaman kapitalisme yang mengajarkan lelaki dan wanita masa kini untuk memperhatikan fisik bukan isi, perhatikan badan bukan iman. Kapitalisme menjadikan kebahagiaan materialistis sebagai tujuan tertinggi. Hingga membuat lelaki sejati dalam pandangan Islam menjadi barang yang sulit. Hedonisme, anak kandung kapitalisme, sukses menjadikan lelaki hanya peduli nikmat sampai pada kulit.
Felix Siauw dalam buku
Udah, Putusin Aja! (via
octobediena)
- 4:05 am
- 3 notes
speechles
terlalu banyak yang tidak bisa dikatakan,dituliskan,dan dibagikan di media sosial
terlalu banyak hal yang justru jauh terpendam
terlalu banyak hal yang mendesak untuk keluar dari mulut tapi tak satupun yang terucap
terlalu banyak kata untuk satu orang.
(via octobediena)
- 3:58 am
- 81 notes
Hati pernah menyelamatkan diri dari hati yang tak tepat, dengan cara mematahkan dirinya sendiri.
- 12:51 pm - Sat, Apr 6, 2013
- 10 notes
Dulu aku kira itu adalah hukuman dari Tuhan untukku.
Tapi semakin kesini, aku semakin mengerti. Bahwa ternyata saat itu Tuhan sedang menunjukkan sesuatu yg ternyata memang tak layak untuk diperjuangkan.
Maka nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan?
- 12:26 pm
- 26 notes
Semua itu titipan. Kamu,aku,semuanya,sampe debu di pojokan diciptain dengan tujuan. Semua punya peran masing-masing. Kalau penghapus ilang dikelas,berarti peran si penghapus buat hidup kamu itu udah selesai. Dia udah selesaiin tugas dari Tuhan buat kamu. Sama kayak pacar,kalau suatu hari dia pergi,jawabannya mungkin simple,..Tugasnya udah selesai di hidup kamu.
- 12:25 pm
- 414 notes
Jangan cepat menyerah, ada yang diam-diam mendoakanmu agar kuat, ada yang menunggumu di akhir perjalanan dan cobaan..